peran dan tantangan pemuda sebagai generasi penerus bangsa dan negara
TUGAS ILMU SOSIAL DASAR
“PERAN DAN TANTANGAN PEMUDA SEBAGAI
GENERASI PENERUS BANGSA DAN NEGARA ”
NAMA : Nada
Kusuma Larasaki
KELAS :
1IA13
NPM
: 57417345
JURUSAN
TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan Masalah
1.3 Tujuan
Masalah
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Pemuda2.2 Pengertian Pembangunan Bangsa Indonesia
2.3. Keadaan Pemuda Masa Kini
2.4. Faktor yang Mempengaruhi Kondisi Pemuda
2.5. Upaya Berbagai Pihak Untuk Menciptakan Generasi Muda yang Tangguh
BAB III PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
3.2.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Keadaan dan aktivitas pemuda
banyak berpengaruh terhadap keadaan lingkungan, alam, dan sistem
kemasyarakatan. Dengan kata lain, keadaan lingkungan, alam, dan sistem
kemasyarakatan bisa tergantung pada keadaan dan aktivitas para pemudanya. Oleh
karena itu, pemuda memegang peran dan tanggungjawab yang sangat besar dalam
kehidupan ini. Pemuda merupakan bagian dari masyarakat yang produktif, oleh
sebab itu mereka dijadikan pemeran penting dalam mengurus dan menjalankan
kelangsungan kehidupan di dalam masyarakat disaat mereka yang sudah tua dan
yang masih anak-anak memiliki kemampuan yang terbatas dalam mengurus komponen
kelangsungan kehidupan masyarakat.
Dalam hal di atas berarti pemuda
dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan. Selain itu, pemuda juga
harus memiliki moral dan kelakuan yang baik serta memiliki kesadaran dan rasa
tanggungjawab yang tinggi untuk mengelola komponen-komponen kelangsungan
kehidupan dalam masyarakat.
1.2 rumusan masalah
1. Apakah
yang dimaksud dengan pemuda?
2. Apa
saja hal-hal yang perlu diperhatikan pada kondisi pemuda masa sekarang?
3. Apa
upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pemuda dan membentuk
generasi muda yang tangguh?
1.3 tujuan masalah
1. agar
dapat memahami apa itu pemuda sebagai penerus bangsa
2. Menambah
wawasan tentang bagaimana upaya untuk membentuk pemuda yang tangguh.
3. Meningkatkan
kesadaran kita bahwa pemuda memiliki peran dan tanggungjawab besar terhadap
lingkungan.
4. Meningkatkan
kesadaran para pemuda untuk mengelola lingkungan dengan baik dan memiliki
kemampuan, keterampilan, serta moral yang baik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Pemuda
Pemuda
adalah generasi penerus bangsa, dimana sosok pemuda diharapkan dapat
melanjutkan perjuangan dari generasi sebelumnya.
2.2 Pengertian
Pembangunan Bangsa Indonesia
Pembangunan Menurut Para ahli
Siagian (1994) memberikan
pengertian tentang pembangunan sebagai “Suatu usaha atau rangkaian usaha
pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu
bangsa, negara dan pemerintah, menuju modernitas dalam rangka pembinaan
bangsa (nation building)”. Sedangkan Ginanjar Kartasasmita (1994)
memberikan pengertian yang lebih sederhana, yaitu sebagai “suatu proses
perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana.
Menurut Deddy T. Tikson (2005)
bahwa pembangunan nasional dapat pula diartikan sebagai transformasi ekonomi,
sosial dan budaya secara sengaja melalui kebijakan dan strategi menuju arah
yang diinginkan. Transformasi dalam struktur ekonomi, misalnya, dapat dilihat
melalui peningkatan atau pertumbuhan produksi yang cepat di sektor industri dan
jasa, sehingga kontribusinya terhadap pendapatan nasional semakin besar.
Sebaliknya, kontribusi sektor pertanian akan menjadi semakin kecil dan
berbanding terbalik dengan pertumbuhan industrialisasi dan modernisasi ekonomi.
Transformasi sosial dapat dilihat
melalui pendistribusian kemakmuran melalui pemerataan memperoleh akses terhadap
sumber daya sosial-ekonomi, seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, air
bersih,fasilitas rekreasi, dan partisipasi dalam proses pembuatan keputusan
politik. Sedangkan transformasi budaya sering dikaitkan, antara lain,
dengan bangkitnya semangat kebangsaan dan nasionalisme, disamping adanya
perubahan nilai dan norma yang dianut masyarakat, seperti perubahan dan
spiritualisme ke materialisme/sekularisme. Pergeseran dari penilaian yang
tinggi kepada penguasaan materi, dari kelembagaan tradisional menjadi
organisasi modern dan rasional.
Sebagaimana dikemukakan oleh para
para ahli di atas, pembangunan adalah sumua proses perubahan yang
dilakukan melalui upaya-upaya secara sadar dan terencana. Sedangkan perkembangan adalah
proses perubahan yang terjadi secara alami sebagai dampak dari adanya pembangunan.
Dengan semakin meningkatnya
kompleksitas kehidupan masyarakat yang menyangkut berbagai aspek, pemikiran
tentang modernisasi pun tidak lagi hanya mencakup bidang ekonomi dan industri, melainkan
telah merambah ke seluruh aspek yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, modernisasi diartikan sebagai proses trasformasi
dan perubahan dalam masyarakat yang meliputi segala aspeknya, baik ekonomi,
industri, sosial, budaya, dan sebagainya.
Oleh karena dalam proses
modernisasi itu terjadi suatu proses perubahan yang mengarah pada perbaikan,
para ahli manajemen pembangunan menganggapnya sebagai suatu proses pembangunan
di mana terjadi proses perubahan dari kehidupan tradisional menjadi modern,
yang pada awal mulanya ditandai dengan adanya penggunaan alat-alat modern,
menggantikan alat-alat yang tradisional.
2.3 Gambaran Pemuda Dari Masa Ke Masa
Sebait lagu “Satu Nusa
Satu Bangsa” menunjukkan kepada kita besarnya semangat dan cita-cita pemuda
dalam masa pergerakan untuk mewujudkan sebuah negara bernama Indonesia yang
bersatu. Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Keabsahan slogan ini tak
terbantahkan karena mau tidak mau, sanggup atau tidak sanggup, pemudalah yang
akan menggantikan kedudukan generasi-generasi sebelumnya dalam membangun
bangsa. Selain itu, pemuda sudah sepantasnyalah menjadi agent of change,
pembawa perubahan, yang membawa bangsa ini menjadi lebih baik, lebih bersatu,
lebih makmur, lebih demokratis, dan lebih madani. Inilah kira-kira peran pemuda
yang seharusnya dapat diwujudkan bersama. Melihat sejarah masa lalu, pada awal
abad ke-20 Indonesia diwarnai oleh pergerakan kebangsaan yang tidak lain
dimotori oleh para pemuda pada zaman itu.Sejarah mencatat Budi Utomo sebagai
organisasi pertama yang mengubah watak pergerakan perlawanan, yang semula
bersifat kedaerahan menjadi bersifat kebangsaan.
Kondisi atau keadaan pemuda
dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Faktor keluarga
Dalam keluarga yang pola hidupnya baik maka akan
membentuk pemuda yang baik dan sebaliknya.
2. Faktor lingkungan
Lingkungan yang baik sangat diperlukan dalam masa
pendidikan remaja. Remaja masih perlu mencari jati dirinya, sehingga lingkungan
harus mendukung supaya remaja tersebut menjadi remaja yang baik.
3. Interaksi pemuda dalam bergaul
Dalam bergaul, seoarang pemuda bisa mengikuti perilaku
teman bergaulnya. Pemuda masih dalam proses mencari jati diri, jadi mereka
selalu mengikuti hal yang dianggapnya menarik. Seorang pemuda akan mengikuti
hal-hal yang biasa dilakukan kebanyakan teman-temannya. Jika teman-temannya
berperilaku baik maka ia akan mencontohnya dan sebaliknya.
2.5 Upaya Berbagai Pihak Untuk Menciptakan
Generasi Muda yang Tangguh
Pemuda
yang tangguh sangat dibutuhkan untuk membangun keluarga, bangsa, dan agama yang
baik. Oleh karena itu, berbagai tindakan dilakukan untuk menciptakan pemuda
yang tangguh.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
Pemuda memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan
dan kemajuan bangsa. Pemuda yang tangguh dapat diartikan pemuda yang bisa
menggunakan masa mudanya untuk hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan hal-hal
yang buruk.
Pemuda pada zaman pergerakan nasional memiliki kemauan
keras untuk bisa mempersatukan bangsa Indonesia dan membebaskan diri dari
penjajahan. Sedangkan pemuda zaman sekarang mendapati kemajuan IPTEK yang
sangat pesat, sehingga mereka yang memiliki pikiran yang baik dan
bertanggungjawab akan menggunakannya untuk hal yang bermanfaat, dan yang buruk
akan menggunakannya untuk hal negatif. Pemuda zaman sekarang banyak yang
menjadi korban era globalisasi (victim globalization). Faktor yang mempengaruhi
keadaan pemuda berasal dari keluarga, lingkungan, dan pergaulan pemuda.
Upaya untuk menciptakan generasi muda yang tangguh
dapat dilakukan di dalam keluarga dengan bimbingan orang tua; di lembaga
pendidikan dengan bimbingan dari guru; dan di lingkungan masyarakat dengan mengadakan organisasi
pemuda yang positif dan adanya pengawasan dari tokoh masyarakat,Namun yang
paling penting adalah kesadaran dari pemuda itu sendiri. Tanpa kesadaran dari
pemuda sendiri, upaya yang dilakukan akan sia-sia.
3.2 SARAN
Agar usaha-usaha menciptakan generasi muda tangguh
sebagaimana yang tercantum di atas menjadi lebih efektif, maka sebaiknya
kesadaran pemuda tersebut harus sudah tumbuh dan melekat pada jiwanya. Untuk
itu sebelum melakukan tindakan, disarankan untuk berupaya menumbuhkan kesadaran
pemuda tersebut terlebih dahulu.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar